Aku berpijak di tempat berkarat
Penuh lendir bersanding harkat
Tapak bisu menuju komposisi baru
Tertatih bersama argument palsu
Tersesat di sebuah ideologi beku
Dan selongsong peluru menerjang pilu
Beberapa arsip tersimpan dalam batu
Kini, semua terkubur bersama asap membiru . .
Rabu, 16 November 2011
Tertuju Sari
Ketika pagi menyisir ikal mentari
Aku masih terdiam di balik rangkaian besi
"Tanpa harap paksa imaji aku benci"
"Hanya maki diskriminasi aku mati"
Sempat aku bertanya "ada apa hari ini ?"
Seperti bertanya pada bidak-bidak awam karya Tuhan
Sisa nafas tak sempat lagi bangunkan mimpi
Mimpi yang pernah hamba tuliskan tertuju sari
Dan selembar janji sia-sia di jalur mati
Entah kapan harap ku muncul lagi
Seperti menanam benih di ranjang wanita penuh duri
Peduli bangsat pada birokrasi ini
Aku hanya ingin kau kembali, sari !
Peduli setan dengan apapun yang mereka banggakan
Jujur hati aku hanya ingin kau pulang dan gempur lagi batang lisong ku, sari !
Aku masih terdiam di balik rangkaian besi
"Tanpa harap paksa imaji aku benci"
"Hanya maki diskriminasi aku mati"
Sempat aku bertanya "ada apa hari ini ?"
Seperti bertanya pada bidak-bidak awam karya Tuhan
Sisa nafas tak sempat lagi bangunkan mimpi
Mimpi yang pernah hamba tuliskan tertuju sari
Dan selembar janji sia-sia di jalur mati
Entah kapan harap ku muncul lagi
Seperti menanam benih di ranjang wanita penuh duri
Peduli bangsat pada birokrasi ini
Aku hanya ingin kau kembali, sari !
Peduli setan dengan apapun yang mereka banggakan
Jujur hati aku hanya ingin kau pulang dan gempur lagi batang lisong ku, sari !
Ketika Aku
ketika aku berada di alur panjang sebuah penjajakan dimana semua sangat-sangat melenakan
aku berhadapan dengan tembok rintang melintang di sekujur fikir yang membelukar
Diam..resapi..bernyali tinggi itupun sampai saat ini
Biarkan saja baik buruknya sejenak ku hidupi
aku berhadapan dengan tembok rintang melintang di sekujur fikir yang membelukar
Diam..resapi..bernyali tinggi itupun sampai saat ini
Biarkan saja baik buruknya sejenak ku hidupi
Rabu, 16 Maret 2011
HOPE
Aku katakan pada senja yang berujung rindu
Dalam hati ku berbisik "Dimana Melati ?"
Ku sebut namanya di antara cerutu dan tuak
yang kini ku sebut surga
Melati . .
Hingga berakhir pedih peri
Aku masih tetap menanti
1,2,3 batang harapan aku habiskan tiap malam
hingga timbul asap berwarna cerah
dan aku yakini itulah
Engkau . .
Dalam hati ku berbisik "Dimana Melati ?"
Ku sebut namanya di antara cerutu dan tuak
yang kini ku sebut surga
Melati . .
Hingga berakhir pedih peri
Aku masih tetap menanti
1,2,3 batang harapan aku habiskan tiap malam
hingga timbul asap berwarna cerah
dan aku yakini itulah
Engkau . .
Langganan:
Postingan (Atom)